First is:
Hari Minggu kemaren gue sama Lala, Ririt nonton teater di Gedung Kesenian Jakarta. Itu teater dari sekolah gue loh. Haha. Maka gue berniat berbaik hati untuk nonton.

Pertunjukkannya gue kira sampe 2 jam, taunya hanya setengah dari perkiraan gue.
Second is:
Hari sabtu, di sekolah gue dipake untuk Devile. Gue engga tau Devile itu apa, pokoknya promosi ekskul gitu. Menurut gue itu bukan promosi melainkan penganiayaan terhadap anggota baru! Lagian baru turun tangga para kakak-kakak udah pada ngurubungin, "Inggris debat! Tae Kwon Do! Paskib ajah de! Bulu tangkis boleh rambut gondrong! Drum Band Terereret! Teater bisa apa ajah! Margonda! Margonda! Cililitan! Lilitan! Rambutan!". Ahhh gue lupa pokoknya lebih dari itu dan mereka promosi udah kaya kenek angkot yang kurang penumpang. Dengan kegigihan jiwa raga mental kerohanian menolak formulir, tetep ajah gue dapet 11 formulir ekskul. Eeeh, waktu pulang gue menyisakan 5 formulir. Dan itu berarti gue ikut ngisi 6 ekskul! Huh. Gue lupa ekskul apa aja yang gue isi. Eia, sebelum itu ada kakak dari Tae Kwon Do berusaha keras memaksa gue untuk nulis formulir,
"De, De, itu formulir Tae Kwon Do ditulis"
"Udah kok"
"Ah, kamu boong."
"Hehe"
Dengan secepat kilat (boong deh) gue lari. Hwa! Dikejar! Dan si kakak-pun menyerah ngejar gue sampe lapangan. Yeah, begitulah hidup di alam liar, yang berlaku adalah hukum rimba. Pelari tercepat tidak akan dikejar sampe pulang.
Hmm.. Yang pasti gue engga ngambil keenam enamnya ekskul. Engga mungkinkan? Yang pasti gue ngambil NOT. Gue engga tau kepanjanghannya NOT. Pokoknya T itu Tomodachi. Yaaa kaya ekskul kebudayaan Jepang. Kenapa gue milih itu? Karena sesuka hati mau latihan hari apa, mau dateng ato engga. Hwahaha. Licik-nya! Dan ekskul kedua gue milih apa ya? Masih bingung ni.
Terus waktu Devile, Ka Riki gandeng seorang cowo! Kaka disebelah gue, 'Iya, itu banci juga". Uoohh. Ternyata ada 2 setelah yang pertama berhasil ber-fragmentasi.
Third is:
Pertama kalinya gue belajar Bahasa Perancis adalah hari ini. Setelah gue perhatikan, ternyata Bahasa Perancis berbeda dengan Bahasa Jawa. Selama belajar Bahasa Perancis gue cengengesan sendiri dengan gaya cara bicara kaya orang lagi gondok-kan di bibir (emang ada?). Dan kenapa setiap benda sampe negara memiliki kelamin? Apakah gue bisa mengawinkan kedua benda? Apakah harus dibawa ke KUA dulu? Wow! Ide bagus. Kawinin aja meja sama Negara Indonesia. Maka akan mendapatkan spesies baru. Tanya pada Darwin "Adakah evolusi meja?". Yang bikin gue bingung lagi adalah dari tulisan ke cara baca beda banget. Contohnya, "A bientot" dibacanya A biangto. Atau "Monsieur" dibaca Mesiu. Yeah, maklumlah kan gue baru belajar Perancis yang kata banyak orang "romantis" hingga saat ini gue engga menemukan letak romantisnya. Gue sama sekali engga tertarik sama pelajaran Perancis. Tapi gue akan berusaha untuk menyukai pelajaran Perancis biar nilai gue bagus (semoga saja) uhui! :D
Hari Minggu kemaren gue sama Lala, Ririt nonton teater di Gedung Kesenian Jakarta. Itu teater dari sekolah gue loh. Haha. Maka gue berniat berbaik hati untuk nonton.

Pertunjukkannya gue kira sampe 2 jam, taunya hanya setengah dari perkiraan gue.
Second is:
Hari sabtu, di sekolah gue dipake untuk Devile. Gue engga tau Devile itu apa, pokoknya promosi ekskul gitu. Menurut gue itu bukan promosi melainkan penganiayaan terhadap anggota baru! Lagian baru turun tangga para kakak-kakak udah pada ngurubungin, "Inggris debat! Tae Kwon Do! Paskib ajah de! Bulu tangkis boleh rambut gondrong! Drum Band Terereret! Teater bisa apa ajah! Margonda! Margonda! Cililitan! Lilitan! Rambutan!". Ahhh gue lupa pokoknya lebih dari itu dan mereka promosi udah kaya kenek angkot yang kurang penumpang. Dengan kegigihan jiwa raga mental kerohanian menolak formulir, tetep ajah gue dapet 11 formulir ekskul. Eeeh, waktu pulang gue menyisakan 5 formulir. Dan itu berarti gue ikut ngisi 6 ekskul! Huh. Gue lupa ekskul apa aja yang gue isi. Eia, sebelum itu ada kakak dari Tae Kwon Do berusaha keras memaksa gue untuk nulis formulir,
"De, De, itu formulir Tae Kwon Do ditulis"
"Udah kok"
"Ah, kamu boong."
"Hehe"
Dengan secepat kilat (boong deh) gue lari. Hwa! Dikejar! Dan si kakak-pun menyerah ngejar gue sampe lapangan. Yeah, begitulah hidup di alam liar, yang berlaku adalah hukum rimba. Pelari tercepat tidak akan dikejar sampe pulang.
Hmm.. Yang pasti gue engga ngambil keenam enamnya ekskul. Engga mungkinkan? Yang pasti gue ngambil NOT. Gue engga tau kepanjanghannya NOT. Pokoknya T itu Tomodachi. Yaaa kaya ekskul kebudayaan Jepang. Kenapa gue milih itu? Karena sesuka hati mau latihan hari apa, mau dateng ato engga. Hwahaha. Licik-nya! Dan ekskul kedua gue milih apa ya? Masih bingung ni.
Terus waktu Devile, Ka Riki gandeng seorang cowo! Kaka disebelah gue, 'Iya, itu banci juga". Uoohh. Ternyata ada 2 setelah yang pertama berhasil ber-fragmentasi.
Third is:
Pertama kalinya gue belajar Bahasa Perancis adalah hari ini. Setelah gue perhatikan, ternyata Bahasa Perancis berbeda dengan Bahasa Jawa. Selama belajar Bahasa Perancis gue cengengesan sendiri dengan gaya cara bicara kaya orang lagi gondok-kan di bibir (emang ada?). Dan kenapa setiap benda sampe negara memiliki kelamin? Apakah gue bisa mengawinkan kedua benda? Apakah harus dibawa ke KUA dulu? Wow! Ide bagus. Kawinin aja meja sama Negara Indonesia. Maka akan mendapatkan spesies baru. Tanya pada Darwin "Adakah evolusi meja?". Yang bikin gue bingung lagi adalah dari tulisan ke cara baca beda banget. Contohnya, "A bientot" dibacanya A biangto. Atau "Monsieur" dibaca Mesiu. Yeah, maklumlah kan gue baru belajar Perancis yang kata banyak orang "romantis" hingga saat ini gue engga menemukan letak romantisnya. Gue sama sekali engga tertarik sama pelajaran Perancis. Tapi gue akan berusaha untuk menyukai pelajaran Perancis biar nilai gue bagus (semoga saja) uhui! :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar