Sabtu, 24 Mei 2008

Pertama, Dua dan Tiga

Yang akan ku ceritakan PERTAMA:
Praktek agama: Manurut gue semua ujian praktek gue jalanin dengan baik. Kecuali agama, yang disuruh praktek solat fardu sama solat jenazah. Waktu solat fardu, gue udah ngafalin doa iftitah (dulu gue hafal dan sekarang lupa), kemudian saat praktek dengan pede gue baca keras-keras biar nilai gue bagus. “ALLAHU AKBAR. BISMILLAHIRRAMHANIRAHIM ALHAMDULILLAH HIRABBIL ALAMIIN…” lho???!! gue salah! gue malah ingetnya doa solat jenazah. Karena panik, tiba-tiba gue lupa semua doa solat jenazah. dengan akhir selama solat gue hanya mengatakan “bububububububububub” diselingi menggoda Ria, yang solat disebalah gue.
Gue : Ria. Ria. Ria.
Ria : (baca doa)
Gue : Ria. Bacanya pelan-pelan dong. Gue lupa.
Ria : (masih terus baca doa)
Gue-pun ngikutin doa apa yang dikatakan Ria. Kamudian, ditengah-tengah Ria mulai terbata-bata, mungkin dia lupa juga.
Gue: Astaghfirullah hal aziim, Subhannallah, Allahu akbar, Bismika Allahumma ahyana wabismika amuut. (karena engga tau harus doa apa)
Ria : (bacanya mulai lancar, gue ikutin lagi)
Oh, Ria, terima kasih, kau telah membantuku sampai akhir salam. Akan ku hadiahi satu kura-kura peliharaan gue (tapi setelah gue minta izin sama ade gue ya! Dan gue kira engga akan boleh. Jadi engga jadi ngasih hadiah. Akan ku berikan contekan, walaupun tidak dapat dipercaya)

Yang akan ku ceritakan KEDUA:
Setelah uprak (ujian praktek. gue dapet kata-kata ini dari nindi) agama, ade gue ngajak renang di setu, nama tempat deket rumah gue. Walopun tempat kolam renangnya tidak seluas eldorado, tapi bersih.
Karena lelah berenang, gue pindah ke kolam yang cetek (bukan ketek!), kalo gue berdiri tingginya cuma sampe lutut gue. Gue ngikutin ade gue yang pada main prosotan. Terus ada anak kecil, bahkan kecil sekali, dengan badan motok sekaligus putih dengan memakai baju renang warna pink main prosotan dengan gaya kepala di bawah, posisi lagi tidur.
Malika : (Panik) Aduuuhh. Ade. Jangan. Jangan kayak gitu. JANGAN!!!!
Ade kecil : Engga papa kok.
Oh, tidak. ternyata di udah bisa bicara. Lucunya.
Gue perhatiin saat dia meluncur. Saat sampe bawah di ketawa-ketawa. Gue pun penasaran siapakah dia? Apakah Si Luman, anakanya Pak Luman?
Gue : Ade, kelas berapa?
Ade kecil : Belom sekolah.
Gue : Namanya siapa?
Ade kecil : Medi
Ternyata diapun tak lupa namanya. Gue liat kalungnya yang bertuliskan, “Maidy”. Jiwa bisnis gue tiba-tiba keluar. Gimana kalo kalung ini gue ambil dan gue lelang di sekolah? Pasti engga ada yang beli. Gue yakin itu!
Lanjut. Terus, dia tiba-tiba ada di belakang ade gue posisi mau nyekek. gue perhatiin mau apakah dia? Ternyata di memegang rambut ade gue dari atas ke bawah. Kudengarkan percakapan mereka.
Medi : Ih. Kok rambutnya bisa panjang?
Fira : Iya, kan dipanjangin.
Lala : Knapa kamu engga dipanjangin juga rambutnya?
Medi : Kakakku, Kak Dodi juga di panjangin (engga nyambung dia).
Lala : Iya, knapa kamu engga dipanjangin juga?
Medi : Aku punya rambut panjang di rumah, tapi di kuncir. Terus di pakenya kayak topi.
Lala : Ohh. Gitu (sebenernya masih bingung). Kamu biasanya renang dimana? kok kesini?
Medi : Di itu. Di Osen Park. Eh, engga deh di de janggel.
Malika : Rumah kamu dimana?
Medi : Ini disebelah.
Malika : Disebelah bukannya masjid ya?
Medi : Iya. Disebelah jalan.
Lala : Terus kamu disini sama siapa?
Medi : Sama kakakku.
Lala : Dimana?
Medi : Di situ. Lagi les renang.
Oh, Maidy, aku akan kesana lagi untuk menemui dirimu.

Yang akan ku ceritaka KETIGA:
Hari kamis, uprak komputer, sambil nunggu giliran, gue meminta Nindi untuk gamabrin muka gue.
Gue : Di. Gambarin muka gue dong.
Nindi : (ngerobek kertas)
Feeling gue merasa ada yang aneh. Awalnya, gambar muka dan badan gue masih normal, walopun muka lebih besar. Tapi dengan akhir di seluruh tubuh gue ditambah bulu-bulu, dengan krayon warna ijo.
Gue : Ihhh. Bukan yang kayak gitu. Yang bener.
Nindi gambar lagi. Gambar masih ancur, tapi ini gambar muka gue yang terbagus. Biasanya dia gambar muka gue tanpa lobang hidung. Kalo gue minta “Idungnya mana?” Dia gambar sebesar-besarnya idung. Atau gambar muka gue dengan bibir dan alis sangat tebal, tangan bercabang, kaki ada empat.



namun, nindi tidak tertarik pada gambarnya yang di atas ini. Nindi gambar lagi.



Nindi : Ini lebih lucu.
Yeah, I know, menurut lo lebih jelek lebih baik. Kidding.

Rabu, 21 Mei 2008

Gado-gado IPA a la Nonton

Selamat siaang (jam barapa saat ini?)

Gue posting setelah pusing melakukan ujian praktek IPA. Ada yang dapet fisika ada yang dapet biologi. Maka gue pelajari seluruhnya. Kemudian Ivan Gunawan lewat didepan gue menawarkan tarian bikinan dirinya sendiri. Ok. Maksud gue bukan itu. Maksud gue Ivan Gunawan datang dan memberikan contekan fisika.
Sudahlah. Gue engga tau harus mulai dari mana.
Daftar percobaan yang akan dilakukan (dan gue akan mendapatkan salah satunya):
1. Mikroskop (jangan sampe gue dapet ini)
2. Lensa (Oke-lah)
3. Pernapasan ikan (gue kasian sama ikannya)
4. Kandungan makanan (Oke-lah. Uhui)
5. Hambatan Listrik (Tidak! Gue engga suka ini!)
Sepertinya cuma itu yang gue hapal.

Pokoknya setelah deg deg deg deg-an nungguin giliran gue untuk masuk ruangan. Kemudian satu-satu orang keluar dari ruangan. Absen 21-40. Masuklah gue. Gue dapet nomor meja 11 (diundi). Percobaan apakah yang akan gue dapatkan? Apakah yang terdapat pada meja 11? Gue cari mana meja nomor 11. Adanya nomor 20, 19, 15 dan wwah! 11. Gue dapet uji coba kandungan makanan. Tapi, engga sekeren yang gue kira. Baunya, bayangkan bau tahu, telor, ciken nugget, roti sama bakso di blender jadi satu. Sebenernya engga di jadiin satu, di gelas masing-masing. Tapikan sama ajah baunya nyogok idung gue.
Gue ngisi kertas laporan. Dikolom tujuan tadinya gue mau ngisi “Agar Dewi Persik Tidak Dicekal”. Tetapi, terlambat. Gue udah nulis… Apa ya? lupa.

Ditengah-tengah praktek gue bersin-bersin membahana. Entah karena bahan-bahan yang dipake atau karena gigi gue ada yang baru tumbuh satu. Apa hubungannya?
Kemudian Bu… siapa ya namanya? duh lupa. Pokoknya dia kalo naik motor, helm dan warna motornyanya sama. Atau yang pake mobil yang warnanya biru. You must be know.
Waktu dia dateng gue pura-pura sibuk nulis. Entah apa yang gue tulis. Setealah sadar apa yang gue tulis ternyata tulisannya adalah: “Selama ini Naruto adalah seorang backstabber yang menyukai sakura”. I hope no. Itu adalah khayalan belaka. Haha. Setelah tu guru pergi sambil mengucapkan, “Bagus, Bagus,”. Saudara-saudara sekalian, dia menyukai Naruto. Apakah sebenarnya dia adalah Sakura yang berubah menjadi guru pada siang hari?
Oh, tidak. Maafkan aku , Bu. Jangan turunkan nilai ujian praktek IPA-ku ini. Kurangkan saja nilai adik saya yang menyukai Naruto. Karena di TK engga ada pelajaran IPA. Ada engga ya? Waktu jaman gue sih engga ada. Tapi kalaupun ada, kurangi saja sesuka Ibu.

Setelah selesai praktek, yang gue doakan pertama adalah, “Ya Allah. Semoga ini semua bukanlah mimpi. Amiiien.”
Kalau praktek hari ini adalah mimpi, berapa kali lagi gue harus deg deg deg deg-an? Sebel.

Eia. Hari sabtu kmaren gue nonoton bareng ade-ade gue dan nyokap. Pulang sekolah semua udah siap pada mao pergi.
Gue : Mao kamana lo?
Lala : Pergi
Gue : Pergi? Pergi kamana? Arisan?
Lala : Mau nonton Narnia
Gue : Ahhh. Gue ikut
Lala : Hah?! Lo kan udah nonton Narnia sama temen-temen lo kmaren
Gue : Ya, gue mao nyari film yang lain

Nguiiiiiiiiing. Kamipun berangkat.

Gue milih film. Tapi yang boleh cuma Narnia dan Nagabonar. At last gue milih Nagabonar sendiri. Yang lain nonton Narnia. Ade gue beli tiket untuk Narnia. Di dapet yang paling depan. Sedangkan gue, karena cuma butuh satu kursi jadi gampang dapet tengah.

Sambil nunggu, belanja bulanan dulu di hypermart bawah.
Detik-detik terakhir. Tidak. Maksud gue 20 menit lagi filmnya mulai. Maka ke kasir untuk bayar belanjaan.
Lala : Ibu. Tiketnya dimana?
Nyokap: Ya. Engga tau. Ibu lupa.
Suasana panik dimulai, sampe ada ibu-ibu di belakang kasir merhatiin. Lala dan Nyokap ngubek-ngubek tas masing-masing, gue nyari-nyari di dompet nyokap. Hasilnya, nihil.
Setelah cukup lama mencari-cari,
Lala : Fira, tiket dimana?
Fira : Oh, tiket bioskop? (sambil nyari-nyari di tasnya)
Lala: Iya. Dimana?
Fira : Ini. Ada di aku.
Oh My Merciful God. Kanapa dia engga bilang dari tadi, huh?

Baru kali ini gue nonton sendiri. Gue sengaja masuk ke studio telat biar gue engga keliatan konyol teriak-teriak sendiri atau tiba-tiba megang tangan bapak-bapak disebelah gue waktu ada iklan film saiton. Gue engga suka itu.
Dan hasilnya, waktu gue masuk, film baru dimulai tanpa harus ngeliat iklan terlebih dahulu. Bagus. Anda tepat!

Film dimulai.
Dipertengahan film orang-orang pada ketawa. Gue bingung, knapa mereka ketawa? gue perhatiin, dan gue baru ketawa sendiri. Stupid! Orang-orang ngeliatin gue. Kemudian gue pura-pura engga tau apa yang telah terjadi barusan. Duduk tenang, lanjutin makan pop corn.
Posisi duduk gue mulai engga enak. Gue coba naikin satu kaki. Duh, pegel. Gue silangkan kesduanya. Hanya bertahan beberapa menit. Julurin kaki sampe ke jalan. Takut ada yang jatoh. Duduk dengan kaki diatas, kepala dibawah. Wah! Layarnya engga keliatan. Tadinya, ni kaki mau titipin di tempat penitipan barang hypermart. Tapi ternyata, hypermart tidak menerima daging mentah. Posisi duduk gue berakhir dengan, duduk seperti layaknya orang normal.

Sebagai informasi, slese semua bentuk ujian gue saranin nonton Nagabonar (promosi?). It entertain you enough. Haha :D

Senin, 12 Mei 2008

Kejar Jemputan

Hwaaa!! Gue nyape rumah sepi. Hanya ada Mba Tun dan temannya sedang memotong rempah-rempah atau apapun namanya. Entahlah.

Kemana orang-orang tersebut? Nyokap, kakak, ade, dan para sepupu-sepupu gue? apakah mereka pergi untuk makan siang atau belanja?
Sementara gue di rumah hanya makan tempe. Boong deh. Ulang. Sementara gue dirumah hanya makan nasi aking dan telur. Haha. Boong lagi. Gue belom makan. Sedang menunggu mood datang. Alasan!

Harusnya tadi gue engga usah sekolah. Lagian udah cape-cape dikejar-kejar jemputan gara-gara telat bangun.

Pip.Pip.Pip.
Jemputan datang. Gue bingung. Kok lebih pagi 2 menit? (ngaruh ya?) gue ngambil tas. Dan gue baru inget botol minum gue. Dimana botol minum gue? Wuiiihh.. Belom di isi air. Gue isi. Makan? Gue belom makan pagi. Tidaaaak. Gue cepet-cepet bikin quaker oats+susu gue masukkin gelas. Kaos kaki? Dimana kaos kaki gue? Ya ada di rak kaos kakilah!
Sambil nyeret-nyeret sepatu gue keluar rumah dan masuk jemputan. Di dalem jemputan gue keluarin semua yang gue masukin kantong baju, yang gue bawa, yang ada dalem topi. Jemputan berubah menjadi... entah apa. Slese makan gue masukkin gelas dan sendoknya ke plastik yang udah gue bawa tadi. Pake jam tangan. Pake sepatu. Engga deh pake kaos kaki dulu. Duduk tenang kemudian tidur.

Nyampe sekolah ada ujian praktek olah raga sampe jam 8. Abis itu main uno. Slese main uno, main uno lagi, setelah lelah main uno, melanjutkan main uno, sampe pulang! rasakan! mendingan tadi gue engga usah masuk. Tapi, kalo gue engga masuk gimana ujian Praktek gue? Ok. Gue beruntung hari ini gue masuk.

Sabtu, 03 Mei 2008

Vocab, For Your Info

Kamaren gue temukan kertas dari les bahasa inggris tetang vocab hotel. Besok-besok ada UN bahasa inggris. Maka gue jadikan sebagai ajang belajar.

HOTEL
1. Reservation: reservasi
2. Front desk: meja depan
3. Information desk: meja informasi
4. Check in: cek masuk
5. Check out: cek keluar
6. Bellboy: orang yang didepan hotel
7. Receptionist: resepsionis
8. Quest: permintaan (kali)
9. Tourist: turis
10. Roomboy: tuyul
11. Porter: Harry
12. Suitcase: tempat suit kalo main petak umpet
13. Lagguage: barang-barang
14. Identity card: kartunya titi
15. Lobby: peri rumahnya keluarga Malfoy
16. Entertainment center: pusat hiburan; such taman lawang, gongseng
17. Meeting room: ruang pertemuan
18. Complete menu: menu lengkap
19. Single room: kamar yang masih jomblo
20. Double room: kamar buat dua orang
21. Bouquet of roses: nama band; gun and roses
22. Taxes: nama restoran fast food
23. Typist: lawan katanya tebel

That's all. See you next post folks! :p