Posting yang ini, gue mau memberikan profile anak-anak yang ada di rumah gue.
Anak yang paling besar (bukan badannya) adalah Ririt:
Ia memiliki tingkat intelejensi yang tinggi. Walaupun gue engga tau maksut intelejensi tersebut, apakah ada hubungannya dengan Badan Intelejen Negara? Dan memata-matai gue, “Apakah benar gue pacarnya Prince William?”. Gue tau ia selalu bertanya-tanya tentang hal itu, tetapi malu untuk mengutarakannya karena sebuah alasan yang tidak dapat dijelaskan.
Selain itu, ia memiliki sistem pendengaran yang tinggi sehingga marah kalau ada orang yang dengerin ato nonton tv keras-keras, yeah maksut gue bukan tv-nya yang keras tapi SUARANYA!
Tambahan: Pernah berkata, “Uoh! Tadi gue ngeliat Dewi Persik. Imut bangeeet”. Itu adalah nyata, tanpa hiperbola (kelebihan bola)
Kedua adalah gue, Tita:
Nama lengkap gue adalah Wa Ode Rinta Qomariah. Kata nyokap, Rinta ngambil dari nama temennya dan Qomariah kata bokap nama buyut gue. Mbuahahaha.
Mengapa menjadi Tita? Karena kaka gue engga bisa ngomong ‘R’. Jadilah nama panggilan gue dari kecil Tita. Dan agak-agak engga enak kalo ada yang manggil gue terutama untuk si Tiyut, “Tit… Gue pinjem spidol lo ya!”. No matter-lah.
Gue dirumah adalah orang yang paling takut sama film saiton.
Gue: AAaaaAAAaaaaaa!!!!!!
Ririt: Apaan sih?!!! Dia baru buka pintu!!!!
Gue: Oh. Oke. Gue tidur aja ah.
Yeah, setiap nonton film saiton gue selalu ketiduran. Gue selalu menghindari nonton film gituan, karena takut mengganggu mental gue dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu gue engga pernah takut untuk keluar kamar pada pukul dini hari. Iyes!
Selanjutnya Lala:
Yaitu anak yang suka melanggar peraturan rumah, salah satunya jangan membanting pintu! Kata bokap, “Konsentrasiiiiii”.
Lala walaupun dari luar kata banyak orang ‘garang’. Suatu rahasia terbesar ia adalah animagus. Beda sama gue, dia terlalu penakut sama hal-hal gaib. Kaya takut utnuk ke toilet. Pernah suatu pagi pukul 4.30 am, ia telpon nyokap untuk keluar kamar duluan padahal jaraknya cuma 3 meter dari kamarnya
Avi: Kamu punya pacar engga? Mba Tita kan sama Prince William, kamu sama siapa?
Lala: Pacar gue banyak! Sebutin satu aja ya?!
Avi: Ho oh
Lala: Tom Cruise.
Avi: Wuiiiihh.
Kemudian Fira:
Anak berumur 9 tahun ini adalah ade-ya Lala (mungkin). Saat ini dia lagi berlibur ke Sulawesi bareng bokap. Sedangkan gue di tinggal untuk memberi menyan peliaraan, salah maksut gue, gue ditinggal untuk menyelesaikan urusan SMA.
Fira adalah anak yang paling sering diganggu, oleh kakak-kakaknya dengan akhir nangis! Entah kenapa Fira menjadi anak yang terpintar di sekolah. Baru kemaren terima rapot, eh dapet rengking satu. Sedangkan gue paling tinggi juga rengking tiga waktu kelas 3 SD. Hwahaha. Jimat? Gue kekamarnya nyari jimat tapi engga ditemukan. Atau jimatnya adalah kalung Barbie yang ia gunakan?.
Selanjutnya Malika (sepupu):
Malika adalah roommate, classmate, bath mate, playmate, pup mate, jemputan mate, pokoknya serba mate sama Fira karena mereka seumur, sekamar tidur, sekelas.
Menurut gue malika adalah anak yang paling ‘lugu’. Contohnya,
Malika: Ih, mobil kok parkir di jalan tol sih?
Nyokap: Malika, ini lagi macet.
Atau, ini terjadi ketika gue lagi bengek-bengek.
Malika: Bude bude. Itu Mba Tita kenapa?
Nyokap: Itu lagi asma
Malika: Hah?! Asma? Asmaul Husnah?
Nyokap: …..
Yang lain lagi, saat dia baru dateng di Indonesia, dan sekolah,
Malika: Orang Indonesia lucu ya?
Fira: Emang kenapa?
Malika: Iya, suka panggil orang pake nama hewan
Malika, itu namanya lagi NGATAIINNN!!!!
Yang terakhir, Avicenna, adenya Malika:
Avicenna yang saat ini berumur 6 tahun dan bangga masuk SD. Anak yang paling kecil dan yang paling sering di boongin ini memiliki vocabulary bahasa Indonesia yang lebih bayak dari kakaknya. Ketika pulang dari TK, dia teriak-teriak, “Cemen! Cemen!”. Gue tanggepin, “Emang cemen apa??”. Dia geleng-geleng kepala.
Nyokap: Cita-cita kamu apa?
Avi: Petani
Nyokap: Kok petani? Emang kenapa?
Avi: Banyak uangnya. Tinggal jual beras, dapet uang deh.
Dari awal ketemu, dia udah ganti cita-cita 3 kali. Dari bajak laut, tentara dan saat ini petani. Mungkin besok dia mau jadi penjahit.
Sampai saat ini dia masih percaya gue adalah mantan Prince William.
Gue: Avi. Di euro 2008 ada Inggris engga?
Avi: Kamu telpon Prince William aja
Gue: Kan udah putus
Avi: Oh iya ya. Engga. Inggris engga ada di euro 2008
Anak yang paling besar (bukan badannya) adalah Ririt:
Ia memiliki tingkat intelejensi yang tinggi. Walaupun gue engga tau maksut intelejensi tersebut, apakah ada hubungannya dengan Badan Intelejen Negara? Dan memata-matai gue, “Apakah benar gue pacarnya Prince William?”. Gue tau ia selalu bertanya-tanya tentang hal itu, tetapi malu untuk mengutarakannya karena sebuah alasan yang tidak dapat dijelaskan.
Selain itu, ia memiliki sistem pendengaran yang tinggi sehingga marah kalau ada orang yang dengerin ato nonton tv keras-keras, yeah maksut gue bukan tv-nya yang keras tapi SUARANYA!
Tambahan: Pernah berkata, “Uoh! Tadi gue ngeliat Dewi Persik. Imut bangeeet”. Itu adalah nyata, tanpa hiperbola (kelebihan bola)
Kedua adalah gue, Tita:
Nama lengkap gue adalah Wa Ode Rinta Qomariah. Kata nyokap, Rinta ngambil dari nama temennya dan Qomariah kata bokap nama buyut gue. Mbuahahaha.
Mengapa menjadi Tita? Karena kaka gue engga bisa ngomong ‘R’. Jadilah nama panggilan gue dari kecil Tita. Dan agak-agak engga enak kalo ada yang manggil gue terutama untuk si Tiyut, “Tit… Gue pinjem spidol lo ya!”. No matter-lah.
Gue dirumah adalah orang yang paling takut sama film saiton.
Gue: AAaaaAAAaaaaaa!!!!!!
Ririt: Apaan sih?!!! Dia baru buka pintu!!!!
Gue: Oh. Oke. Gue tidur aja ah.
Yeah, setiap nonton film saiton gue selalu ketiduran. Gue selalu menghindari nonton film gituan, karena takut mengganggu mental gue dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu gue engga pernah takut untuk keluar kamar pada pukul dini hari. Iyes!
Selanjutnya Lala:
Yaitu anak yang suka melanggar peraturan rumah, salah satunya jangan membanting pintu! Kata bokap, “Konsentrasiiiiii”.
Lala walaupun dari luar kata banyak orang ‘garang’. Suatu rahasia terbesar ia adalah animagus. Beda sama gue, dia terlalu penakut sama hal-hal gaib. Kaya takut utnuk ke toilet. Pernah suatu pagi pukul 4.30 am, ia telpon nyokap untuk keluar kamar duluan padahal jaraknya cuma 3 meter dari kamarnya
Avi: Kamu punya pacar engga? Mba Tita kan sama Prince William, kamu sama siapa?
Lala: Pacar gue banyak! Sebutin satu aja ya?!
Avi: Ho oh
Lala: Tom Cruise.
Avi: Wuiiiihh.
Kemudian Fira:
Anak berumur 9 tahun ini adalah ade-ya Lala (mungkin). Saat ini dia lagi berlibur ke Sulawesi bareng bokap. Sedangkan gue di tinggal untuk memberi menyan peliaraan, salah maksut gue, gue ditinggal untuk menyelesaikan urusan SMA.
Fira adalah anak yang paling sering diganggu, oleh kakak-kakaknya dengan akhir nangis! Entah kenapa Fira menjadi anak yang terpintar di sekolah. Baru kemaren terima rapot, eh dapet rengking satu. Sedangkan gue paling tinggi juga rengking tiga waktu kelas 3 SD. Hwahaha. Jimat? Gue kekamarnya nyari jimat tapi engga ditemukan. Atau jimatnya adalah kalung Barbie yang ia gunakan?.
Selanjutnya Malika (sepupu):
Malika adalah roommate, classmate, bath mate, playmate, pup mate, jemputan mate, pokoknya serba mate sama Fira karena mereka seumur, sekamar tidur, sekelas.
Menurut gue malika adalah anak yang paling ‘lugu’. Contohnya,
Malika: Ih, mobil kok parkir di jalan tol sih?
Nyokap: Malika, ini lagi macet.
Atau, ini terjadi ketika gue lagi bengek-bengek.
Malika: Bude bude. Itu Mba Tita kenapa?
Nyokap: Itu lagi asma
Malika: Hah?! Asma? Asmaul Husnah?
Nyokap: …..
Yang lain lagi, saat dia baru dateng di Indonesia, dan sekolah,
Malika: Orang Indonesia lucu ya?
Fira: Emang kenapa?
Malika: Iya, suka panggil orang pake nama hewan
Malika, itu namanya lagi NGATAIINNN!!!!
Yang terakhir, Avicenna, adenya Malika:
Avicenna yang saat ini berumur 6 tahun dan bangga masuk SD. Anak yang paling kecil dan yang paling sering di boongin ini memiliki vocabulary bahasa Indonesia yang lebih bayak dari kakaknya. Ketika pulang dari TK, dia teriak-teriak, “Cemen! Cemen!”. Gue tanggepin, “Emang cemen apa??”. Dia geleng-geleng kepala.
Nyokap: Cita-cita kamu apa?
Avi: Petani
Nyokap: Kok petani? Emang kenapa?
Avi: Banyak uangnya. Tinggal jual beras, dapet uang deh.
Dari awal ketemu, dia udah ganti cita-cita 3 kali. Dari bajak laut, tentara dan saat ini petani. Mungkin besok dia mau jadi penjahit.
Sampai saat ini dia masih percaya gue adalah mantan Prince William.
Gue: Avi. Di euro 2008 ada Inggris engga?
Avi: Kamu telpon Prince William aja
Gue: Kan udah putus
Avi: Oh iya ya. Engga. Inggris engga ada di euro 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar