Selamat siaang (jam barapa saat ini?)
Gue posting setelah pusing melakukan ujian praktek IPA. Ada yang dapet fisika ada yang dapet biologi. Maka gue pelajari seluruhnya. Kemudian Ivan Gunawan lewat didepan gue menawarkan tarian bikinan dirinya sendiri. Ok. Maksud gue bukan itu. Maksud gue Ivan Gunawan datang dan memberikan contekan fisika.
Sudahlah. Gue engga tau harus mulai dari mana.
Daftar percobaan yang akan dilakukan (dan gue akan mendapatkan salah satunya):
1. Mikroskop (jangan sampe gue dapet ini)
2. Lensa (Oke-lah)
3. Pernapasan ikan (gue kasian sama ikannya)
4. Kandungan makanan (Oke-lah. Uhui)
5. Hambatan Listrik (Tidak! Gue engga suka ini!)
Sepertinya cuma itu yang gue hapal.
Pokoknya setelah deg deg deg deg-an nungguin giliran gue untuk masuk ruangan. Kemudian satu-satu orang keluar dari ruangan. Absen 21-40. Masuklah gue. Gue dapet nomor meja 11 (diundi). Percobaan apakah yang akan gue dapatkan? Apakah yang terdapat pada meja 11? Gue cari mana meja nomor 11. Adanya nomor 20, 19, 15 dan wwah! 11. Gue dapet uji coba kandungan makanan. Tapi, engga sekeren yang gue kira. Baunya, bayangkan bau tahu, telor, ciken nugget, roti sama bakso di blender jadi satu. Sebenernya engga di jadiin satu, di gelas masing-masing. Tapikan sama ajah baunya nyogok idung gue.
Gue ngisi kertas laporan. Dikolom tujuan tadinya gue mau ngisi “Agar Dewi Persik Tidak Dicekal”. Tetapi, terlambat. Gue udah nulis… Apa ya? lupa.
Ditengah-tengah praktek gue bersin-bersin membahana. Entah karena bahan-bahan yang dipake atau karena gigi gue ada yang baru tumbuh satu. Apa hubungannya?
Kemudian Bu… siapa ya namanya? duh lupa. Pokoknya dia kalo naik motor, helm dan warna motornyanya sama. Atau yang pake mobil yang warnanya biru. You must be know.
Waktu dia dateng gue pura-pura sibuk nulis. Entah apa yang gue tulis. Setealah sadar apa yang gue tulis ternyata tulisannya adalah: “Selama ini Naruto adalah seorang backstabber yang menyukai sakura”. I hope no. Itu adalah khayalan belaka. Haha. Setelah tu guru pergi sambil mengucapkan, “Bagus, Bagus,”. Saudara-saudara sekalian, dia menyukai Naruto. Apakah sebenarnya dia adalah Sakura yang berubah menjadi guru pada siang hari?
Oh, tidak. Maafkan aku , Bu. Jangan turunkan nilai ujian praktek IPA-ku ini. Kurangkan saja nilai adik saya yang menyukai Naruto. Karena di TK engga ada pelajaran IPA. Ada engga ya? Waktu jaman gue sih engga ada. Tapi kalaupun ada, kurangi saja sesuka Ibu.
Setelah selesai praktek, yang gue doakan pertama adalah, “Ya Allah. Semoga ini semua bukanlah mimpi. Amiiien.”
Kalau praktek hari ini adalah mimpi, berapa kali lagi gue harus deg deg deg deg-an? Sebel.
Eia. Hari sabtu kmaren gue nonoton bareng ade-ade gue dan nyokap. Pulang sekolah semua udah siap pada mao pergi.
Gue : Mao kamana lo?
Lala : Pergi
Gue : Pergi? Pergi kamana? Arisan?
Lala : Mau nonton Narnia
Gue : Ahhh. Gue ikut
Lala : Hah?! Lo kan udah nonton Narnia sama temen-temen lo kmaren
Gue : Ya, gue mao nyari film yang lain
Nguiiiiiiiiing. Kamipun berangkat.
Gue milih film. Tapi yang boleh cuma Narnia dan Nagabonar. At last gue milih Nagabonar sendiri. Yang lain nonton Narnia. Ade gue beli tiket untuk Narnia. Di dapet yang paling depan. Sedangkan gue, karena cuma butuh satu kursi jadi gampang dapet tengah.
Sambil nunggu, belanja bulanan dulu di hypermart bawah.
Detik-detik terakhir. Tidak. Maksud gue 20 menit lagi filmnya mulai. Maka ke kasir untuk bayar belanjaan.
Lala : Ibu. Tiketnya dimana?
Nyokap: Ya. Engga tau. Ibu lupa.
Suasana panik dimulai, sampe ada ibu-ibu di belakang kasir merhatiin. Lala dan Nyokap ngubek-ngubek tas masing-masing, gue nyari-nyari di dompet nyokap. Hasilnya, nihil.
Setelah cukup lama mencari-cari,
Lala : Fira, tiket dimana?
Fira : Oh, tiket bioskop? (sambil nyari-nyari di tasnya)
Lala: Iya. Dimana?
Fira : Ini. Ada di aku.
Oh My Merciful God. Kanapa dia engga bilang dari tadi, huh?
Baru kali ini gue nonton sendiri. Gue sengaja masuk ke studio telat biar gue engga keliatan konyol teriak-teriak sendiri atau tiba-tiba megang tangan bapak-bapak disebelah gue waktu ada iklan film saiton. Gue engga suka itu.
Dan hasilnya, waktu gue masuk, film baru dimulai tanpa harus ngeliat iklan terlebih dahulu. Bagus. Anda tepat!
Film dimulai.
Dipertengahan film orang-orang pada ketawa. Gue bingung, knapa mereka ketawa? gue perhatiin, dan gue baru ketawa sendiri. Stupid! Orang-orang ngeliatin gue. Kemudian gue pura-pura engga tau apa yang telah terjadi barusan. Duduk tenang, lanjutin makan pop corn.
Posisi duduk gue mulai engga enak. Gue coba naikin satu kaki. Duh, pegel. Gue silangkan kesduanya. Hanya bertahan beberapa menit. Julurin kaki sampe ke jalan. Takut ada yang jatoh. Duduk dengan kaki diatas, kepala dibawah. Wah! Layarnya engga keliatan. Tadinya, ni kaki mau titipin di tempat penitipan barang hypermart. Tapi ternyata, hypermart tidak menerima daging mentah. Posisi duduk gue berakhir dengan, duduk seperti layaknya orang normal.
Sebagai informasi, slese semua bentuk ujian gue saranin nonton Nagabonar (promosi?). It entertain you enough. Haha :D
Gue posting setelah pusing melakukan ujian praktek IPA. Ada yang dapet fisika ada yang dapet biologi. Maka gue pelajari seluruhnya. Kemudian Ivan Gunawan lewat didepan gue menawarkan tarian bikinan dirinya sendiri. Ok. Maksud gue bukan itu. Maksud gue Ivan Gunawan datang dan memberikan contekan fisika.
Sudahlah. Gue engga tau harus mulai dari mana.
Daftar percobaan yang akan dilakukan (dan gue akan mendapatkan salah satunya):
1. Mikroskop (jangan sampe gue dapet ini)
2. Lensa (Oke-lah)
3. Pernapasan ikan (gue kasian sama ikannya)
4. Kandungan makanan (Oke-lah. Uhui)
5. Hambatan Listrik (Tidak! Gue engga suka ini!)
Sepertinya cuma itu yang gue hapal.
Pokoknya setelah deg deg deg deg-an nungguin giliran gue untuk masuk ruangan. Kemudian satu-satu orang keluar dari ruangan. Absen 21-40. Masuklah gue. Gue dapet nomor meja 11 (diundi). Percobaan apakah yang akan gue dapatkan? Apakah yang terdapat pada meja 11? Gue cari mana meja nomor 11. Adanya nomor 20, 19, 15 dan wwah! 11. Gue dapet uji coba kandungan makanan. Tapi, engga sekeren yang gue kira. Baunya, bayangkan bau tahu, telor, ciken nugget, roti sama bakso di blender jadi satu. Sebenernya engga di jadiin satu, di gelas masing-masing. Tapikan sama ajah baunya nyogok idung gue.
Gue ngisi kertas laporan. Dikolom tujuan tadinya gue mau ngisi “Agar Dewi Persik Tidak Dicekal”. Tetapi, terlambat. Gue udah nulis… Apa ya? lupa.
Ditengah-tengah praktek gue bersin-bersin membahana. Entah karena bahan-bahan yang dipake atau karena gigi gue ada yang baru tumbuh satu. Apa hubungannya?
Kemudian Bu… siapa ya namanya? duh lupa. Pokoknya dia kalo naik motor, helm dan warna motornyanya sama. Atau yang pake mobil yang warnanya biru. You must be know.
Waktu dia dateng gue pura-pura sibuk nulis. Entah apa yang gue tulis. Setealah sadar apa yang gue tulis ternyata tulisannya adalah: “Selama ini Naruto adalah seorang backstabber yang menyukai sakura”. I hope no. Itu adalah khayalan belaka. Haha. Setelah tu guru pergi sambil mengucapkan, “Bagus, Bagus,”. Saudara-saudara sekalian, dia menyukai Naruto. Apakah sebenarnya dia adalah Sakura yang berubah menjadi guru pada siang hari?
Oh, tidak. Maafkan aku , Bu. Jangan turunkan nilai ujian praktek IPA-ku ini. Kurangkan saja nilai adik saya yang menyukai Naruto. Karena di TK engga ada pelajaran IPA. Ada engga ya? Waktu jaman gue sih engga ada. Tapi kalaupun ada, kurangi saja sesuka Ibu.
Setelah selesai praktek, yang gue doakan pertama adalah, “Ya Allah. Semoga ini semua bukanlah mimpi. Amiiien.”
Kalau praktek hari ini adalah mimpi, berapa kali lagi gue harus deg deg deg deg-an? Sebel.
Eia. Hari sabtu kmaren gue nonoton bareng ade-ade gue dan nyokap. Pulang sekolah semua udah siap pada mao pergi.
Gue : Mao kamana lo?
Lala : Pergi
Gue : Pergi? Pergi kamana? Arisan?
Lala : Mau nonton Narnia
Gue : Ahhh. Gue ikut
Lala : Hah?! Lo kan udah nonton Narnia sama temen-temen lo kmaren
Gue : Ya, gue mao nyari film yang lain
Nguiiiiiiiiing. Kamipun berangkat.
Gue milih film. Tapi yang boleh cuma Narnia dan Nagabonar. At last gue milih Nagabonar sendiri. Yang lain nonton Narnia. Ade gue beli tiket untuk Narnia. Di dapet yang paling depan. Sedangkan gue, karena cuma butuh satu kursi jadi gampang dapet tengah.
Sambil nunggu, belanja bulanan dulu di hypermart bawah.
Detik-detik terakhir. Tidak. Maksud gue 20 menit lagi filmnya mulai. Maka ke kasir untuk bayar belanjaan.
Lala : Ibu. Tiketnya dimana?
Nyokap: Ya. Engga tau. Ibu lupa.
Suasana panik dimulai, sampe ada ibu-ibu di belakang kasir merhatiin. Lala dan Nyokap ngubek-ngubek tas masing-masing, gue nyari-nyari di dompet nyokap. Hasilnya, nihil.
Setelah cukup lama mencari-cari,
Lala : Fira, tiket dimana?
Fira : Oh, tiket bioskop? (sambil nyari-nyari di tasnya)
Lala: Iya. Dimana?
Fira : Ini. Ada di aku.
Oh My Merciful God. Kanapa dia engga bilang dari tadi, huh?
Baru kali ini gue nonton sendiri. Gue sengaja masuk ke studio telat biar gue engga keliatan konyol teriak-teriak sendiri atau tiba-tiba megang tangan bapak-bapak disebelah gue waktu ada iklan film saiton. Gue engga suka itu.
Dan hasilnya, waktu gue masuk, film baru dimulai tanpa harus ngeliat iklan terlebih dahulu. Bagus. Anda tepat!
Film dimulai.
Dipertengahan film orang-orang pada ketawa. Gue bingung, knapa mereka ketawa? gue perhatiin, dan gue baru ketawa sendiri. Stupid! Orang-orang ngeliatin gue. Kemudian gue pura-pura engga tau apa yang telah terjadi barusan. Duduk tenang, lanjutin makan pop corn.
Posisi duduk gue mulai engga enak. Gue coba naikin satu kaki. Duh, pegel. Gue silangkan kesduanya. Hanya bertahan beberapa menit. Julurin kaki sampe ke jalan. Takut ada yang jatoh. Duduk dengan kaki diatas, kepala dibawah. Wah! Layarnya engga keliatan. Tadinya, ni kaki mau titipin di tempat penitipan barang hypermart. Tapi ternyata, hypermart tidak menerima daging mentah. Posisi duduk gue berakhir dengan, duduk seperti layaknya orang normal.
Sebagai informasi, slese semua bentuk ujian gue saranin nonton Nagabonar (promosi?). It entertain you enough. Haha :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar