All the people, ça va? Buat Airin yang minta postingan kali ini pake Bahasa Perancis, sayangnya yang gue tau cuma ça va atau apa kabar. Lainnya tanya sama si Madame.
Ada seseorang nge-request posting tentang background gue. Waktu gue tanya kenapa, katanya gue ‘beda’. Ebuseeeet alien nyangkul sawah kali.
Siapa gue?
Dilahirkan di Bontang, Kalimantan Timur. Lho, kok sampe kesana? Iya bokap lagi dinas disana, tiba-tiba gue mojrot dari perut nyokap dengan overweight baby, yaitu 4 kilo. Ah pasti lo engga percaya dengan berat 4 kilo yang cukup buat beli 28 butir telor.
Satu setengah tahun kemudian balik ke Jakarta dan dapet peliharaan baru. Maaf, salah. Maksud gue ade baru yang bisa digunakan sebagai target pembantaian.
Nyokap: Tuh, kamu liat jari kaki kelingking ade mu.
Gue: Kenapa?
Nyokap: Penyok. Waktu ade mu masih bayi, kamu gigit!
Aduh maaf ya. Maklum anak kecil engga bisa bedain mana biskuit mana jari kaki.
Kemudian masuk TK, mendapatkan Piagam Sosial, karena gue berhasil memaksa teman-teman gue untuk menutup mulut setelah menyiksa mereka. Untuk ibu guru TK jangan ambil kembali piagam-ku, uohuohuoh…
Setengah tahun kemudian, kembali ke Kalimantan, karena bokap dinas (lagi). Bisa dilihat bagaimana kehidupan ku disana di postingan yang bulan April lalu...
Kemudian balik ke Jakarta lagi dengan membawa ade baru (lagi). Ada yang mau beli? Tinggal pilih. Gratis deh, bonus piring cantik tersedia di toko-toko terdekat. Untuk Fira, lo engga akan gue jual kalo lo deposito ke tabungan gue. Nanti kita bicarakan lagi tentang persetujuan ini. That’s just my animation imagination in slow motion with lotion.
Lanjut.
Kemudian masuk SD Sudirman yang menjadikan gue anak yang baik hati senang menge-sol sepatu dan naik turun tangga (lho?!). Masuk dalam Tae Kwon Do saat menduduki kelas 4 SD. Suatu saat, ketika lagi ujian untuk pertama kalinya, karena gue stress akhirnya gue mencret-mencret (beneran loh!).
Seperti layaknya anak normal, lulus SD mendapatkan nilai General Test yang tidak memuaskan hatiku sampe ingin nangis. But, that’s fine! Lanjut ke SMP 103 yang dipenuhi ganggang ijo, memiliki guru dari berbagai etnik.
Kenyang nelen 103, lulus dan melanjutkan ke SMA 14. Yeah, you know apa yang terjadi sama gue di posting sebelumnya.
Ada yang kurang? Request lagi…
Ada seseorang nge-request posting tentang background gue. Waktu gue tanya kenapa, katanya gue ‘beda’. Ebuseeeet alien nyangkul sawah kali.
Siapa gue?
Dilahirkan di Bontang, Kalimantan Timur. Lho, kok sampe kesana? Iya bokap lagi dinas disana, tiba-tiba gue mojrot dari perut nyokap dengan overweight baby, yaitu 4 kilo. Ah pasti lo engga percaya dengan berat 4 kilo yang cukup buat beli 28 butir telor.
Satu setengah tahun kemudian balik ke Jakarta dan dapet peliharaan baru. Maaf, salah. Maksud gue ade baru yang bisa digunakan sebagai target pembantaian.
Nyokap: Tuh, kamu liat jari kaki kelingking ade mu.
Gue: Kenapa?
Nyokap: Penyok. Waktu ade mu masih bayi, kamu gigit!
Aduh maaf ya. Maklum anak kecil engga bisa bedain mana biskuit mana jari kaki.
Kemudian masuk TK, mendapatkan Piagam Sosial, karena gue berhasil memaksa teman-teman gue untuk menutup mulut setelah menyiksa mereka. Untuk ibu guru TK jangan ambil kembali piagam-ku, uohuohuoh…
Setengah tahun kemudian, kembali ke Kalimantan, karena bokap dinas (lagi). Bisa dilihat bagaimana kehidupan ku disana di postingan yang bulan April lalu...
Kemudian balik ke Jakarta lagi dengan membawa ade baru (lagi). Ada yang mau beli? Tinggal pilih. Gratis deh, bonus piring cantik tersedia di toko-toko terdekat. Untuk Fira, lo engga akan gue jual kalo lo deposito ke tabungan gue. Nanti kita bicarakan lagi tentang persetujuan ini. That’s just my animation imagination in slow motion with lotion.
Lanjut.
Kemudian masuk SD Sudirman yang menjadikan gue anak yang baik hati senang menge-sol sepatu dan naik turun tangga (lho?!). Masuk dalam Tae Kwon Do saat menduduki kelas 4 SD. Suatu saat, ketika lagi ujian untuk pertama kalinya, karena gue stress akhirnya gue mencret-mencret (beneran loh!).
Seperti layaknya anak normal, lulus SD mendapatkan nilai General Test yang tidak memuaskan hatiku sampe ingin nangis. But, that’s fine! Lanjut ke SMP 103 yang dipenuhi ganggang ijo, memiliki guru dari berbagai etnik.
Kenyang nelen 103, lulus dan melanjutkan ke SMA 14. Yeah, you know apa yang terjadi sama gue di posting sebelumnya.
Ada yang kurang? Request lagi…
1 komentar:
itu keanya seharusnya 'comment ça va?'. tp gatau juga sih, seinget saya sih pas smp belajar bahasa peranci gitu hehe.
Posting Komentar